Negeri Berkabut Azab


Negeri Berkabut Azab
Puisi karya Musa Ismail

Kepedihan telah membakar daun-daun hati
Menghanguskan negeri, rangup tak berarti
Menghirup kepulan azab sepanjang kemarau
Sejak pagi walau matahari merah dan sesak

Kabut tipis yang turun ketika fajar
Telah menjadi sengsara di musim kering
Pohon-pohon menjadi api, berapi-api
Menjulat hingga ke hati, menikam tenggorokan
Memamah sepi

Menanti hujan dari Tuhan dengan doa-doa panjang
Tapi, kabut azab terus saja menebal pada dinding hati
Mengotori rumah-rumah dalam diri sendiri
Inikah teguran dari-Mu yang tak pernah kami dengarkan?

Negeri ini menuai azab dari setiap dosa yang kita buat
Menangis pedih sepanjang serakah, tak pernah sudah
Entah ke mana pagar marwah, tidak lagi menjadi petuah

Negeri ini telah berat oleh beban, bukan karena tangan Tuhan
Tapi, ulah tangan-tangan keserakahan
Entah sampai kapan

Bengkalis, 23 Juni 2013

1 Komentar

Filed under Puisi

One response to “Negeri Berkabut Azab

  1. musaismail

    Begitulh, Ustad. Ktk di Jawa banjir air saat ini, di Riau banjir asa kebakaran. Kering.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s