10 Tahun Pendidikan Bengkalis


Oleh Musa Ismail *)

Pengantar

Secara finansial, Kabupaten Bengkalis memiliki kekuatan untuk mempercepat akselerasi pendidikan. Melalui kekuatan ini, seharusnya para pembuat dan pelaksana kebijakan, sudah merencanakan suatu gerakan untuk mempercepat dan mempertinggi lompatan dunia pendidikannya. Sangat banyak yang dapat dilakukan untuk dunia pendidikan dengan kemampuan finansial (APBD) yang selama ini masih terbesar kedua di Indonesia. Sebaliknya, tanpa tindakan nyata dan kuat, kekuatan aspek finansial bisa menjadi suatu kelemahan bagi pembuat kebijakan. Untuk mempercepat dan mempertinggi lompatan mutu pendidikan, tidak perlu “banyak mulut”. Sinkronisasi “niat dan tindakan lurus” antara pemkab dan DPRD akan membentuk landasan kuat terhadap lompatan tersebut. Apalagi pada Rakor Forum Kepala Dinas di Bengkalis, akhir Februari lalu, Bupati Herliyan Saleh menyatakan keinginannya untuk menjadikan Bengkalis sebagai Kota Pendidikan. Bahkan alam pertemuant tersebut, Kadisdik Riau siap membantu dalam bentuk patungan anggaran (sharing budget) dengan Pemkab Bengkalis.

Tekad menjadikan Bengkalis sebagai Kota Pendidikan sudah menjadi visi dan misi Pemkab yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJM) 2010-2015. Jika rencana ini tercapai, ditargetkan 50 ribu mahasiswa akan belajar di Bengkalis. Sejalan dengan itu, Bengkalis harus punya universitas, politeknik, dan 10 SMA unggulan. Tentu pula rencana ini harus didukung dengan induk perencanaan yang sangat mantap. Niat ini patut mendapat dukungan. Inilah sebenarnya yang menjadi pemikiran saya sebagai guru: selama ini, Bengkalis yang kaya dan terkesan mewah, tetapi saya menilai masih sangat tertinggal aspek pendidikannya.

10 Tahun ke Belakang

Memandang ke belakang sangat perlu meskipun ada pejabat dan mantan pejabat di kabupaten ini menganggap itu tidak perlu. Sejarah itu tidak perlu. Pandangan itu mengisyaratkan bahwa orang yang mengatakannya tidak memiliki sejarah hidup pada dirinya. Bagi saya, pandang itu biarkan saja berlalu. Yang jelas, untuk menentukan masa depan dan melakukan perubahan, perlu kita mempelajari masa lalu. Itu pasti!

Hebat! Megah! Itulah kesan sementara beberapa kawan dari kabupaten/kota lain. Ketika tiba di kota kaya ini, mata dan perasaan mereka tercengang-cengang memandang deretan perkantoran dan rumah jabatan. Semuanya memang sangat megah dan mewah. Gedung-gedung perkantoran dan rumah jabatan didirikan dengan nilai yang representatif (banyak  kalangan eksekutif dan legeslatif menyebutnya begitu). Yah, seperti keinginan membangun gedung DPR-RI berbintang tidak terhingga itulah.

Lantas, bagaimana kalau saya sandingkan dengan fasilitas pendidikan? Entah ke mana jatuhnya 35 persen dana pendidikan kabupaten ini yang selalu dikoar-koarkan selama ini. Tidak perlulah saya membanding-bandingkan dengan daerah luar, apalagi dengan negara luar. Dalam 10 tahun terakhir ini, fasilitas pendidikan di negeri kaya ini masih sangat miskin, tertinggal, dan memilukan. Ironisnya, pernyataan-pernyataan bahwa mutu pendidikan kita sudah bagus seperti diamini saja. Pembohongan dan pembodohan seperti apa yang sudah meracuni sehingga kritikan dan masukan tak mempan. Kenyataan inilah yang dirasakan para guru sebagai pendidik dan pemegang tombak peneraju lompatan pendidikan di negeri ini.

Buktinya, belum ada satu pun—kalau dinilai objektif—satuan pendidikan di Bengkalis yang sudah memenuhi delapan standar nasional pendidikan. Di tengah kota Bengkalis sekalipun, belum ada sekolah yang dapat diunggulkan dari berbagai standar nasional pendidikan tersebut. Yang paling menyedihkan, selama beberapa bulan pihak sekolah tunggang langgang memikirkan utang sambil menunggu dana operasional sekolah dari pemkab. Manajemen sekolah berutang? Sekolah SSN dan RSBI yang ada saat ini di kabupaten kaya ini sungguh memprihatinkan. Sekali lagi, sungguh memprihatinkan!

 

10 Tahun ke Depan

Sekali lagi, sudah selayaknya Bengkalis mempunyai banyak sekolah unggulan. Unggul dari berbagai aspek yang melingkupi suatu sekolah. Bagaimana bisa unggul bersaing dengan daerah lain kalau masih mengandalkan sekolah dengan fasilitas saat ini. Seharusnya sudah sejak lama pendidikan Bengkalis berada di depan, terutama berkaitan dengan standar nasional pendidikan. Jika selama 10 tahun belakangan ini pembuat dan pelaksana kebijakan masih tidur, sekaranglah saatnya bangun dan bergegas mengejar impian untuk menjadikan Bengkalis sebagai Kota Pendidikan.

Buah pendidikan—kata pakar pendidikan—akan kita rasakan 10 tahun ke depan. Kalau hari ini Bengkalis telah menanam bibit pendidikan seperti yang diharapkan (bukan dalam retorika), maka 10 tahun mendatang daerah ini akan memanen hasil yang memuaskan. Seandainya tidak demikian, hasil panen akan terjadi sebaliknya: busuk, mungkin berulat! Karena itu, paling tidak ada beberapa hal—menurut saya—sangat penting diwujudkan dalam  lima tahun ke depan (RKJM). Pertama, menyegerakan niat pemkab (Bupati Bengkalis) dalam bentuk tindakan nyata sesuai dengan RKJM yang dipaparkannya tersebut. Memang sudah selayaknya daerah ini punya perguruan tinggi dan sekolah unggulan. Kedua, memetakan kembali kondisi pendidikan. Ketiga,  merancang kembali rencana induk (master plan) pendidikan yang lebih sempurna, baik fisik maupun non-fisik. Ketiga, menggesa penyempurnaan dan membangun sekolah-sekolah ke arah standar pendidikan nasional. Keempat, merekrut guru yang benar-benar berkemampuan untuk diangkat sebagai kepala sekolah, bukan berdasarkan perda (pertalian daerah). Kelima, memfasilitasi sekolah-sekolah yang ada dengan lebih modern. Keenam,  dengan sepenuh hati, memberikan peluang kepada guru untuk memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi (kalau memungkinkan, dilaksanakan di Bengkalis).

Kondisi pendidikan Bengkalis 10 tahun ke belakang biarlah menjadi pembelajaran. Tentu masyarakat Bengkalis sangat berharap dengan pembangunan percepatan mutu pendidikan Bengkalis 10 tahun ke depan. Semoga saja prioritas pendidikan di wilayah ini tidak hanya terkurung dalam retorika-retorika pemilukada.***

*) Musa Ismail adalah Guru SMAN 3 Bengkalis

Tinggalkan komentar

Filed under Tak Berkategori

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s