Ramadankan Aku pada Sepuluh Malam Pertama

buat para mukmin yang tarawih

malam 1;

dosa-dosa berlari ketakutan ditindih setiap dahi yang sujud

pergi meninggalkan hati bagai dikejar para malaikat yang suci

pagi menjelma kembali sebersih salju, seputih kertas, sebening embun

engkau dilahirkan kembali

 

malam 2;

engkau merepih ampunan Ilahi

emak dan ayah tersenyum dibawa terbang bersama oleh burung-burung

dalam jiwa yang tenang

 

malam 3;

lalu, Malaikat berseru dan berdoa: ’’Mulailah beramal. Semoga Allah mengampuni

dosamu yang telah lalu.’’

malam 4;

pahala membaca empat kitab, engkau dapat

penuh berkat, penuh rahmat

 

malam 5;

pahala-pahala terus mencintaimu

bagai pahala para alim di Masjidil Haram

di Masjid Nabawi

dan Masjidil Aqsa

 

malam 6;

pahala-pahala terus mencarimu

macam pahala para orang yang tawaf di Baitul Makmur

batu-batuan dan cadas berseru, bermohon untukmu

 

malam 7;

dirimu laksana meraih derajat Nabi Musa a.s. ketika di Bukit Tursina

juga kemenangan dari setiap kezaliman

dari setiap Firaun dan Haman

 

malam 8;

engkau ibarat Ibrahim a.s. yang setia

Allah memberimu apa saja

 

malam 9;

ibadahmu seperti ibadah Rasulullah SAW

 

malam 10;

dirimu adalah jalinan kebaikan dua alam

 

Rumah puisi, 3 Ramadan 1428 H/

15 September 2007

Tinggalkan komentar

Filed under Puisi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s